135 Taruna/I BP3 Jayapura mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh BNN

135 Taruna/I BP3 Jayapura mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh BNN

Jayapura, 27 Juli 2018- bertempat di Aula BP3 Jayapura telah dilaksanakan sosialisasi bahaya Narkoba oleh BNN yang diikuti oleh seluruh civitas akademika BP3 Jayapura.

Narkotika dan Obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotoprika, dan zat Aditif (NAPZA) adalah bahan/zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan/psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologis. Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah ada pada situasi darurat Narkoba.

Situasi darurat narkoba ini membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan rencana aksi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Untuk mewujudkan pelaksanaan P4GN ini BNN melakukan sosialisasi ke Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura berdasarkan surat Sekretaris BPSDM Perhubungan No. UM. 002/7/6 PTTB’18 tentang capaian Aksi Nasional P4GN.

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIT ini dibuka oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura, Bapak Genny Luhung Prasojo, SS,MM yang mana sekaligus membuka kegiatan sosialisasi HIV pada pukul 09.00 WIT sebelumnya. Acara ini juga dihadiri oleh Kanit Poliklinik BP3 Jayapura, Bapak Andi Sukardi beserta Dr. Henny. Acara ini bertujuan agar kita semua mampu membentengi diri kita dari bahaya Narkoba. Karena tidak ada satu instansi pun yang mampu memastikan bahwa seluruh pegawainya bebas dari narkoba. “Dengan acara ini semoga kita bisa membentengi keluarga kita dari narkoba”, tutur Genny.

Berbagai menjadi permasalahan tingginya penyalahgunaan narkoba di Indonesia adalah, 80% pengiriman narkoba dilakukan melalui jalur perairan, dan Indonesia merupakan negara dengan garis pantai yang cukup panjang. Modus operansi yang selalu berubah-ubah membuat peredaran narkoba ini susah dideteksi. Hal lain yang mendukung penyalahgunaan narkoba adalah hukuman yang tidak dilaksanakan secara konsiusten. Selain itu pendorong yang cukup menggiurkan adalah bisnis narkoba menjanjikan uang yang cukup besar.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BNN dalam 8 tahun ini diperoleh fakta yang cukup mencengangkan. Jumlah pecandu narkoba selama lima tahun belakangan terus meningkat, dan pengguna narkoba yang terbanyak adalah pegawai. “Lebih dari 50% penyalahgunaan Narkoba dilakukan oleh pegawai”, tutur Kepala Bidang P2N Provinsi Papua, Bapak Kasman S.Pd. Hal ini terjadi karena pegawai memiliki daya beli untuk membeli narkoba. “Sedangkan kasus penggunaan narkoba di lingkungan pelajar hanya sebatas pada pemuasan rasa ingin tahu”, lanjut Kasman.

Meskipun demikian upaya untuk membentengi diri dari penyalahgunaan Narkotik dan Obat-obatan sangat perlu dilakukan, terlebih kepada taruna/I yang secara garis besar masih muda dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga menjadi target bagi para pengedar narkoba. Oleh karena itu taruna/I dan seluruh ASN di lingkungan BP3 Jayapura harus sadar betul akan bahaya narkoba dan efeknya bagi kesehatan tubuh.

Selain itu,karena BP3 Jayapura merupakan salah satu UPT di bawah BPSDM Perhubungan juga merupakan salah satu lembaga pendidikan dibawah Kementerian Perhubungan, maka sudah seharusnya terlibat dari gerakan P4GN ini yang mana mampu memotong sindikat penyebaran Narkoba melalui moda ataupun jalur transportasi. Dengan adanya penyelarasan P4GN pada setiap instansi diharapkan mampu menekan jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Keterlibatan masyarakat juga sangat diperlukan dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba ini. Mari bersama selamatkan generasi Indonesia dari ancaman narkoba. ( Jurnaslis : Nia)