Ungkapan Rasa Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, BP3 Jayapura Bersama Ondoafi Kampung Kayu Batu Gelar Tradisi Bakar Batu

Jayapura, 28 April 2017. Bertempat di tanah adat Kampung Kayu Batu, telah berlangsung prosesi serah terima tanah adat Kampung Kayu Batu dari Ondoafi kepada Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura yang disaksikan oleh seluruh kepala suku dan masyarakat adat Kampung Kayu.

Setelah upacara wisuda dan pelatikan perwira transportasi udara BP3 Jayapura, tepat dihari yang sama berlangsung prosesi penyerahan tanah adat Kampung Kayu Batu dari Ondoafi Kampung Kayu Batu kepada BP3 Jayapura. Hadir dalam acara tersebut Ondoafi Kampung Kayu Batu Bapak, Ridolf Makanuay, beserta Bapak Akilla Makanuay,SIP, Bapak Zeth S. Makanuay, Ibu Aplince Inarkombu, Bapak Nikolas Puy, serta Bapak Markus Hamadi. Sedangkan dari pihak BP3 Jayapura yang hadir dalam acara ini ialah Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Bapak Wahju Satrio Utomo, SH., M.Si beserta Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Bapak M. Basuki Mardianto, SE., MM, beserta jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis Sekolah TInggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

“Kami serahkan dengan ikhlas dan rasa syukur kepada pihak BP3 Jayapura atas tanah adat yang akan di bangun untuk pembangunan gedung sarana pendidikan dan pelatihan penerbangan di Tanah Papua ini.”Kata Ondoafi Kampung Kayu Batu, Bapak Ridolf Makanuay yang membuka secara resmi acara penyerahan tanah adat tersebut. Dalam sambutannya Ondoafi Kampung Kayu Batu berpesan agar pembanguan yang telah direncanakan akan berkala sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kampung Kayu Batu khususnya.

Penyerahan tanah adat Kampung Kayu Batu ini rencananya akan digunakan untuk membangun Kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura. Pembangunan Gedung ini kelak dilengkapi dengan sarana yang menunjang untuk memfasilitasi peserta didik yang jumlahnya tiap tahun meningkat. Oleh karena itu, Pembangunan infrastrukur ini membutuhkan lahan yang luas untuk memenuhi hal tersebut.

Hadir, bersama dalam acara ini, Irjen Kemenhub Bapak Wahju Satrio Utomo., SH., MSi menyampaikan terimakasih sebesar – besarnya kepada Ondoafi Kampung Kayu Batu yang telah dengan rela dan ikhlas menyerahkan tanahnya untuk pengembangan kampus BP3 Jayapura dan semoga kami memanfaatkan sebanyak mungkin dan semaksimal mungkin anak – anak Papua yang harus di didik hingga akan bekerja di bandara – bandara yang berada di Papua maupun di bagian Indonesia lainnya.

Tradisi bakar batu menjadi cara ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyerahan lahan adat Ondoafi Kampung Kayu Batu. Tradisi bakar batu sendiri merupakan salah satu tradisi penting di Papua yakni merupakan ritual memasak bersama – sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur dan bersilahturahmi. Di sebut bakar batu karena benar – benar batu di bakar hingga panas membara kemudian di tumpuk di atas makanan yang akan di masak. Istilah bakar batu di masing – masing tempat atau suku, di sebut dengan berbagai nama misalnya Gapia di Paniai, Kit Oba Isogoa di Wamena, atau Barapen di Jayawijaya.

Bapak Wahju Satrio Utomo., SH., MSi beserta Bapak M. Basuki Mardianto., SE., MM berkesempatan membuka Barapen bersama dengan masyarakat adat Kampung Kayu Batu. Acara ini pun diakhiri dengan menyantap hidangan barapen bersama-sama dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan. (N/A)